<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for Joko Sarwono</title>
	<atom:link href="http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono</link>
	<description>Engineering Physics: Acoustics and Sound System Engineering</description>
	<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 02:37:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>Comment on Tentang Saya by joko sarwono</title>
		<link>http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/about/#comment-120</link>
		<dc:creator>joko sarwono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 14:45:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/about/#comment-120</guid>
		<description>Thommye,

Thanks, saya sudah melihat fotonya. Pengamatan dari foto menunjukkan problem akustik ruangan adalah kurangnya material penyerap suara, hampir semua permukaan adalah bahan pemantul (dinding, lantai dan langit-langit). Ditambah lagi bbrp permukaan yang keras saling berhadapan. Itu sebabnya ruangan memiliki dengung yang tinggi, dan saya perkirakan ada flutter echoe juga (pantulan berulang).
So sebelum ganti sound system, ruangan harus dimodifikasi dahulu.
1. Lapisi dinding belakang dengan bahan penyerap, bisa type panel ataupun type grid absorber (penyerap yang dilindungi oleh grid-grid vertikal/horisontal dari bahan kayu atau metal) atau type perforated absorber atau dengan Acoustics Spray. Ini sangat tergantung dari budget yang tersedia.
2. Dinding samping kanan kiri sebaiknya juga diberikan treatment akustik, kalo bisa 50% luasnya dilapisi bahan penyerap (kalo memungkinkan, usahakan permukaan yang sejajar berhadapan tidak berkarakteristik yang sama, kalau sisi kanan lunak maka sisi kiri dihadapannya usahan keras). Alternatif lain, gunakan permukaan diffuse pada dinding kiri-kanan.
3. Yang agak sulit adalah memodifikasi refleksi vertikal antara lantai dan langit2. Cara paling mudah tentu saja menggunakan karpet, but tampaknya dari fungsi ruangan itu tidak mungkin dilakukan. kalau langit-langit masih mungkin diubah, ganti bbrp permukaan gypsumnya dengan acoustics material atau gypsum acoustics (misalkan Soprano nya Jayaboard atau Apertura nya Knauff atau material lunak lainnya). Bisa juga gunakan absorber type gantung, but dari sisi estetika mungkin akan membuat ruangan jadi "rame".

Untuk sound system, kalau digunakan untuk kegiatan speech (dengan catatan ruangan ditreatment minimum), maka system terdistribusi akan lebih pas dibandingkan dengan system central.

Semoga membantu

Salam Joko</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thommye,</p>
<p>Thanks, saya sudah melihat fotonya. Pengamatan dari foto menunjukkan problem akustik ruangan adalah kurangnya material penyerap suara, hampir semua permukaan adalah bahan pemantul (dinding, lantai dan langit-langit). Ditambah lagi bbrp permukaan yang keras saling berhadapan. Itu sebabnya ruangan memiliki dengung yang tinggi, dan saya perkirakan ada flutter echoe juga (pantulan berulang).<br />
So sebelum ganti sound system, ruangan harus dimodifikasi dahulu.<br />
1. Lapisi dinding belakang dengan bahan penyerap, bisa type panel ataupun type grid absorber (penyerap yang dilindungi oleh grid-grid vertikal/horisontal dari bahan kayu atau metal) atau type perforated absorber atau dengan Acoustics Spray. Ini sangat tergantung dari budget yang tersedia.<br />
2. Dinding samping kanan kiri sebaiknya juga diberikan treatment akustik, kalo bisa 50% luasnya dilapisi bahan penyerap (kalo memungkinkan, usahakan permukaan yang sejajar berhadapan tidak berkarakteristik yang sama, kalau sisi kanan lunak maka sisi kiri dihadapannya usahan keras). Alternatif lain, gunakan permukaan diffuse pada dinding kiri-kanan.<br />
3. Yang agak sulit adalah memodifikasi refleksi vertikal antara lantai dan langit2. Cara paling mudah tentu saja menggunakan karpet, but tampaknya dari fungsi ruangan itu tidak mungkin dilakukan. kalau langit-langit masih mungkin diubah, ganti bbrp permukaan gypsumnya dengan acoustics material atau gypsum acoustics (misalkan Soprano nya Jayaboard atau Apertura nya Knauff atau material lunak lainnya). Bisa juga gunakan absorber type gantung, but dari sisi estetika mungkin akan membuat ruangan jadi &#8220;rame&#8221;.</p>
<p>Untuk sound system, kalau digunakan untuk kegiatan speech (dengan catatan ruangan ditreatment minimum), maka system terdistribusi akan lebih pas dibandingkan dengan system central.</p>
<p>Semoga membantu</p>
<p>Salam Joko</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang Saya by Thommye Dhea</title>
		<link>http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/about/#comment-119</link>
		<dc:creator>Thommye Dhea</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 09:47:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/about/#comment-119</guid>
		<description>pak Joko aku dah ngirim file jpg-nya pak.

salam Thommye Dhea</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak Joko aku dah ngirim file jpg-nya pak.</p>
<p>salam Thommye Dhea</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Problem dalam Desain Akustika Ruangan by jokosarwono</title>
		<link>http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/2009/04/06/problem-dalam-desain-akustika-ruangan/#comment-204</link>
		<dc:creator>jokosarwono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 22:02:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jokosarwono.wordpress.com/?p=73#comment-204</guid>
		<description>Thanks GP untuk tambahan penjelasannya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks GP untuk tambahan penjelasannya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Problem dalam Desain Akustika Ruangan by GP</title>
		<link>http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/2009/04/06/problem-dalam-desain-akustika-ruangan/#comment-203</link>
		<dc:creator>GP</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 21:09:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jokosarwono.wordpress.com/?p=73#comment-203</guid>
		<description>Pak Isman,
benar seperti kata Mas JS, check dulu impendansinya.

BTW, saya bingung penjelasan anda ttg yg mencolokan input (mic) ke output dari amplifier. Ini tidak boleh dilakukan! Karena input mic dari laptop tidak didesan untuk menerima output dari amplifier. Input mic didesain untuk menerima masukan device yg tidak ada penguatan sama sekali, jadi butuh pre-amp. Dan pre-amp nya didesain untuk condenser microphone http://en.wikipedia.org/wiki/Electret_microphone

Dari input mic akan dihubungkan ke pre-amp di dalam laptop baru ke DSP.

Amplifier anda sudah kuat sekali output powernya kalau dicolokin ke mic akan diperkuat lagi oleh pre-amp tadi. Masih untuk pre-amp di laptop anda tidak kebakar!

Solusinya, bawa PC yg ada soundcard yg proper, yg ada line-in nya (ini cara murah tapi ngerepotin), alternatifnya beli PCMCIA sound card yg ada line-in nya.
http://www.nextag.com/pcmcia-sound-card/search-html

Good luck...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Isman,<br />
benar seperti kata Mas JS, check dulu impendansinya.</p>
<p>BTW, saya bingung penjelasan anda ttg yg mencolokan input (mic) ke output dari amplifier. Ini tidak boleh dilakukan! Karena input mic dari laptop tidak didesan untuk menerima output dari amplifier. Input mic didesain untuk menerima masukan device yg tidak ada penguatan sama sekali, jadi butuh pre-amp. Dan pre-amp nya didesain untuk condenser microphone <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electret_microphone" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Electret_microphone</a></p>
<p>Dari input mic akan dihubungkan ke pre-amp di dalam laptop baru ke DSP.</p>
<p>Amplifier anda sudah kuat sekali output powernya kalau dicolokin ke mic akan diperkuat lagi oleh pre-amp tadi. Masih untuk pre-amp di laptop anda tidak kebakar!</p>
<p>Solusinya, bawa PC yg ada soundcard yg proper, yg ada line-in nya (ini cara murah tapi ngerepotin), alternatifnya beli PCMCIA sound card yg ada line-in nya.<br />
<a href="http://www.nextag.com/pcmcia-sound-card/search-html" rel="nofollow">http://www.nextag.com/pcmcia-sound-card/search-html</a></p>
<p>Good luck&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Problem dalam Desain Akustika Ruangan by Isman</title>
		<link>http://dosen.tf.itb.ac.id/jsarwono/2009/04/06/problem-dalam-desain-akustika-ruangan/#comment-202</link>
		<dc:creator>Isman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 03:23:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jokosarwono.wordpress.com/?p=73#comment-202</guid>
		<description>Pak,mo tanya nih...saya nyambungin jack mick dari laptop langsung ke amplifier, tapi kenapa kok kemudian muncul suara dengungnya y Pak?
saya mo ambil data dengan menggunakan software truerta, tapi karena gangguan tersebut sehingga tidak bisa ambil data....ada saran Pak?

terima kasih



&lt;blockquote&gt;Mas Isman, Jack mick atau Jack Headphone? Jack mick adalah jalur input ke laptop, jd ya tidak bisa diconnect ke amplifier, kalo jack headphone adalah jalur output laptop so bolehlah diconnect ke amplifier, tapi mesti dilihat impedansinya juga yaaa.... maksudnya mau ambil data apa ya? record?
salam

JS&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak,mo tanya nih&#8230;saya nyambungin jack mick dari laptop langsung ke amplifier, tapi kenapa kok kemudian muncul suara dengungnya y Pak?<br />
saya mo ambil data dengan menggunakan software truerta, tapi karena gangguan tersebut sehingga tidak bisa ambil data&#8230;.ada saran Pak?</p>
<p>terima kasih</p>
<blockquote><p>Mas Isman, Jack mick atau Jack Headphone? Jack mick adalah jalur input ke laptop, jd ya tidak bisa diconnect ke amplifier, kalo jack headphone adalah jalur output laptop so bolehlah diconnect ke amplifier, tapi mesti dilihat impedansinya juga yaaa&#8230;. maksudnya mau ambil data apa ya? record?<br />
salam</p>
<p>JS</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
